Contoh dan Cara Mengerjakan Laporan Arus Kas Metode Langsung

Contoh-dan-Cara-Mengerjakan-Laporan-Arus-Kas-Metode-Langsung (1)Laporan arus kas penting bagi perusahaan, salah satunya dengan metode langsung

Menurut Anda, bagaimana caranya bisa mengetahui suatu perusahaan itu sehat atau tidak? Salah satu caranya adalah melihat dari laporan arus kas mereka. Dari situ Anda bisa mengetahui bagaimana kredit aliran kas perusahaan tersebut, apa ada kemacetan pembayaran atau tidak, tunggakan, dan semacamnya. Dalam laporan arus kas, ada dua metode untuk cara pengerjaannya, yaitu metode langsung dan tidak langsung. Namun, kali ini yang akan dibahas adalah laporan arus kas metode langsung.

Laporan arus kas metode langsung merupakan penyusunan laporan aliran kas dengan menggunakan informasi aktual arus kas (basis kas) hingga Aktivitas Operasional. Dalam penyajiannya, laporan arus kas dengan memakai metode langsung mudah untuk dibaca karena pada laporannya tercantum seluruh penerimaan dan pembayaran kas selama periode berjalan. Bisa dibilang laporan arus kas metode langsung ini mencatat dari siapa dan kepada siapa aliran kas yang masuk dan keluar itu berasal.

Mengerjakan laporan arus kas metode langsung sebetulnya tidaklah begitu sulit. Karena, Anda cukup menyusun laporannya berdasarkan pada buku kas atau bank, namun butuh ketelitian untuk menyusunnya. Kemudian untuk pencatatannya sendiri dibagi ke dalam tiga golongan atau aktivitas utama, yaitu Aktivitas Operasional, Aktivitas Investasi, serta Aktivitas Pembiayaan.

Oleh karena itu, laporan arus kas metode langsung ini bisa dimengerti dengan mudah lantaran data-data yang disajikan sudah dikelompokkan berdasarkan aktivitasnya (Operasional, Investasi, dan Pembiayaan). Meski mudah dipahami, bukan berarti metode ini tidak memiliki kekurangan. Adapun kekurangan dari metode langsung ini adalah pengerjaannya yang memakan waktu, karena Anda perlu mengumpulkan terlebih dahulu data-datanya

Apa Bedanya Metode Langsung dengan Tidak Langsung?

Apa-Bedanya-Metode-Langsung-dengan-Tidak-Langsung

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa metode langsung hanya mencantumkan jumlah total penerimaan dan pembayaran kas selama periode berjalan. Sementara laporan kas metode tidak langsung sedikit lebih detail, karena menghitung pergerakan aliran kas dari Aktivitas Operasional berdasarkan informasi akuntansi akrual.

Metode tidak langsung umumnya pengerjaannya dimulai dari laba bersih. Selanjutnya laba bersih disesuaikan dengan perubahan yang ada dalam akun aset dan kewajiban pada laporan neraca. Nah, perbedaan itu yang nantinya akan menambah atau mengurangi nilai dari laba bersih untuk mendapatkan berapa nilai arus kas dari Aktivitas Operasionalnya.

Cara Menyusun Laporan Arus Kas Metode Langsung

Cara-Menyusun-Laporan-Arus-Kas-Metode-Langsung

Tujuan dari pembuatan laporan arus kas ini yaitu untuk mengetahui arus kas dari perusahaan, baik penerimaan maupun pengeluaran pada periode tertentu. Masih ingat apa saja yang ada di dalam laporan arus kas metode langsung? Ya, dalam pengerjaannya format laporan arus kas metode langsung dibagi menjadi ke dalam tiga aktivitas (Operasional, Investasi, dan Pembiayaan). Yuk, kita ulas satu per satu!

  • Laporan Arus Kas Aktivitas Operasional

Bagian laporan ini memberitahukan ringkasan dari penerimaan dan pembayaran kas sesuai aktivitas operasional. Aliran kas dari Aktivitas Operasional ini biasanya berbeda dari jumlah nominal pada laporan laba rugi dalam satu periode. Supaya lebih jelas silahkan perhatikan contoh laporan arus kas dari PT Fintech di bawah ini:

Laporan-Arus-Kas-Aktivitas-Operasional

Dari contoh di atas diketahui bahwa PT Fintech melaporkan arus kas bersih yang bersumber dari aktivitas operasionalnya sebesar Rp 2,9 juta.

  • Laporan Arus Kas Aktivitas Investasi

Pada bagian aliran kas ini di dalamnya tercantum kegiatan transaksi kas dari pembelian dan penjualan aset yang bersifat permanen atau aset tetap, seperti tanah, gedung, peralatan kantor, dan fasilitas kantor atau pabrik.

Laporan-Arus-Kas-Aktivitas-Investasi

Dari tabel tersebut menjelaskan bahwa PT Fintech melakukan pembayaran untuk membeli tanah sebesar Rp 20 juta pada bulan Februari 2018.

  • Laporan Arus Kas Aktivitas Pembiayaan/Pendanaan

Untuk bagian arus kas ini, melaporkan adanya transaksi kas yang berkaitan dengan investasi yang dilakukan pemilik perusahaan, peminjam, serta penarikan dana kas.

Ini dia contohnya:

Laporan-Arus-Kas-Aktivitas-Pembiayaan-Pendanaan

Coba perhatikan, dari tabel di atas diketahui bahwa PT Fintech memperoleh investasi sebesar Rp 25 juta. Kemudian ada penarikan oleh pemilik sebesar Rp 2 juta di bulan Februari 2018.

Apabila dari ketiga format aktivitas laporan arus kas di atas, maka akan jadi satu laporan utuh seperti berikut ini:

format-aktivitas-laporan-arus-kas

Jadi pada saat akan menyusun laporan arus kas metode langsung, diharuskan untuk menyajikan laporan setiap transaksi kas PT Fintech selama Februari 2018 yang digolongkan ke dalam Aktivitas Operasi, Investasi, dan Pembiayaan.

Join Workshop Finance untuk Entrepreneur dari PAKAR

Buat Bisnis memiliki laporan keuangan yang baik dan menjadi bisnis autopilot bersama Frederick Yocie Giovanni S, memiliki pengalaman dibidang keuangan & perpajakan.

Dapatkan DISKON 35% untuk Workshop Finance Untuk Entrepreneur dari PAKAR, hanya dengan klik tombol di bawah ini sekarang.

KLIK DI SINI UNTUK DAFTAR

Cara Membuat Laporan Arus Kas Metode Langsung Menggunakan Excel

Cara-Membuat-Laporan-Arus-Kas-Metode-Langsung-Menggunakan-Excel

Nah, supaya Anda lebih paham dalam penyusunan laporan arus kas metode langsung ini, berikut akan dijelaskan contoh pembuatan laporan arus kas menggunakan Excel:

  • Tahap 1:

Disini diambil contoh berupa data dari buku kas bank, maka bentuknya adalah seperti berikut ini:

Laporan-Arus-Kas-Metode-Langsung-tahap-1

Selain itu diambil juga contoh buku petty cash seperti yang satu ini:

Laporan-Arus-Kas-Metode-Langsung-tahap-1-petty-cash

  • Tahap 2:

Setelah mengetahui data dari buku kas dan juga buku petty cash, maka tahap selanjutnya yaitu:

  1. Sebelah kiri kolom ‘Transaksi’, tambahkan dua kolom baru. Kemudian masing-masing kolom tersebut diberi nama ‘Kegiatan’ dan ‘Credit Acct’.
  2. Lalu di kolo ‘Credit Acct’, tuliskan jenis-jenis rekening dari tiap transaksi.
  3. Selanjutnya di kolom ‘Kegiatan’, cantumkan salah satu kegiatan yang sesuai dengan tiga aktivitas utama dalam laporan arus kas (Operasi, Investasi, Pembiayaan).

Nantinya akan tampak format buku kas bank seperti berikut ini:

Laporan-Arus-Kas-Metode-Langsung-tahap-2

Lakukan juga hal yang sama seperti di atas di buku petty cash ya.

Apabila Anda belum memiliki tim sendiri, laporan arus kas ini, Anda bisa meng-outsource proses ini dengan berlangganan paket jasa pembuatan laporan keuangan dari PAKAR Bisnis.

  • Tahap 3:

Langkah selanjutnya adalah menggabungkan buku kas bank dan buku petty cash dengan cara copy paste. Jika sudah, berikutnya yaitu menghitung jumlah sub total. Caranya bagaimana? Lanjut baca di bawah ini.

  1. Blok semua mulai dari header pertama, lalu klik menu Data dan pilih Sub-Total. (lihat gambar) Isi Add subtotal to: dengan mencentang ‘Jumlah’, maksudnya adalah setiap perubahan pada kolom ‘Kegiatan’ jumlahkan dengan kolom ‘Jumlah’.
  2. Kemudian pilih atau centang ‘replace current subtotal’ dan juga ‘summary below data’.

Laporan-Arus-Kas-Metode-Langsung-tahap-3

Jika sudah dijalankan, maka hasil kolomnya akan tampak seperti ini:

Laporan-Arus-Kas-Metode-Langsung-tahap-3-

Coba perhatikan, sekarang pada kolom ‘Kegiatan’ semuanya sudah terjumlahkan nilainya.

  • Tahap 4:
  1. Lakukan juga cara yang sama seperti di atas untuk kolom ‘Credit Acct’ dengan memblok worksheet. Lihat contoh seperti di gambar.
  2. Selanjutnya pilih menu Data dan klik Sub-Total. Namun kali ini kondisinya berbeda, dimana tiap perubahan di kolom ‘Credit Acct’ akan dijumlahkan di kolom ‘Jumlah’.
  3. Kali ini kosongkan pada kotak ‘replace current subtotal’. Hal ini supaya pengelompokkan sesuai aktivitas tadi dapat dibagi-bagi berdasarkan jenis rekeningnya di kolom ‘Credit Acct’.

Laporan-Arus-Kas-Metode-Langsung-tahap-4

Hasilnya akan tampak seperti gambar di bawah ini. Anda bisa perhatikan, yang tadinya di bagian pojok kiri atas berderet angka 1,2,3 saja bertambah menjadi 1,2,3,4,5 angka.

Laporan-Arus-Kas-Metode-Langsung-tahap-4-

Apabila Anda coba klik di angka 3, maka akan muncul laporan seperti ini:

Seluruh transaksi sudah dikelompokkan ke dalam 3 aktivitas utama, yakni Operasi, Investasi, Pembiayaan/Finance beserta dengan masing-masing jumlahnya.

Apabila Anda belum memiliki tim pajak, Anda bisa mengkontak PAKAR Bisnis sebagai konsultan pajak di Jakarta.

Perhatikan juga pada kolom ‘Kegiatan’ di kelompok ‘Silang’ yang ada di gambar, nilainya dengan sendirinya berubah menjadi nol tanpa dieliminasi. Ya, itu karena pada buku kas bank menunjukkan tanda negatif, sedangkan di buku petty cash tandanya positif, maka kalau ditotal hasilnya akan 0.

-Laporan-Arus-Kas-Metode-Langsung-tahap-4-

Disini tidak terlihat rincian aktivitas dari masing-masing rekeningnya, kira-kira kenapa? Jawabannya klik di angka 4 pojok kiri atas seperti pada gambar. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan laporan arus kas seperti ini:

-Laporan-Arus-Kas-Metode-Langsung-tahap-4--

Bagaimana? Apakah Anda sudah mulai paham dengan perhitungan metode langsung? Berdasarkan contoh-contoh perhitungan di atas menunjukkan bahwa pembuatan laporan arus kas metode langsung bisa dibilang lebih detail daripada dengan penyusunan laporan arus kas metode tidak langsung. Semoga bisa membantu Anda semua dalam memahami dalam menyusun laporan arus kas dengan metode langsung.

Join Workshop Finance untuk Entrepreneur dari PAKAR

Buat Bisnis memiliki laporan keuangan yang baik dan menjadi bisnis autopilot bersama Frederick Yocie Giovanni S, memiliki pengalaman dibidang keuangan & perpajakan.

Dapatkan DISKON 35% untuk Workshop Finance Untuk Entrepreneur dari PAKAR, hanya dengan klik tombol di bawah ini sekarang.

KLIK DI SINI UNTUK DAFTAR