3 Cara Dapat Klik Tanpa Clickbait

Ketika Anda membuat konten dengan clickbait kemungkinan besar akan Anda mendapat pengunjung web dalam jumlah banyak namun berakhir bounce.

Jika Anda menulis artikel clickbait, Anda akan menjatuhkan harapan pembaca sehingga mereka tidak akan bertahan lama di page Anda.

Hal ini tentu akan meningkatkan bounce rate di page Anda yang akan berdampak kepada ranking. Semakin rendah ranking, semakin rendah pula jumlah pengunjung.

Selain itu, usaha Anda selama ini untuk membangun kredibilitas brand juga akan menjadi sia-sia karena kepercayaan pengunjung terhadap brand dapat berkurang akibat click bait.

  1. Sudut Pandang Pembaca

Anda dapat mulai menulis dengan subjek “Anda” atau “kalian” daripada sekadar membawa sudut pandang brand sebagai “kami”. Hal ini dikarenakan orang-orang lebih peduli dengan diri mereka daripada terhadap orang lain.

Contoh yang benar : 3 Jenis Konten yang Harus Ada di Instagram Anda
Contoh yang salah : 3 Jenis Konten yang ada di Instagram @pakar.id

  1. Tata Bahasa yang Tepat

Penggunaan tata bahasa termasuk tanda baca yang tepat. Anda bisa menggunakan bahasa gaul jika sesuai dengan citra brand Anda.

Namun, yang perlu diperhatikan adalah bahasa yang Anda tulis seharusnya cukup sederhana tanpa membuat pembaca harus berpikir keras untuk memahami artikel Anda.

Contoh yang benar : 4 Cara Hadapi Customer “Lihat-Lihat Dulu”
Contoh yang salah : Alternatif Cara Meladeni Jika Ada  Yang Bilang Mau Lihat-Lihat Dulu

  1. Tambahkan Angka

Ternyata orang-orang tertarik dengan adanya angka. Otak akan merasa ‘ini hal yang mudah diproses’ sehingga pembaca mengetahui bahwa artikel tersebut cukup mudah dicerna.

Angka menimbulkan kesan sesuatu yang dapat diprediksi karena pada dasarnya manusia tidak menyukai ketidakpastian.

Penggambaran sederhananya ketika Anda pergi ke ruang tunggu, mana yang lebih nyaman:
‘hanya menunggu tanpa tahu harus berapa lama’ atau ‘Anda diberitahu oleh resepsionis untuk menunggu 10 menit’?

Tentu mayoritas akan merasa lebih nyaman dengan situasi yang kedua. Dengan adanya prediksi, otak Anda akan lebih santai daripada tidak memiliki perkiraan sama sekali.

Contoh : 4 Manfaat Internet Marketing untuk Bisnis

 

Selamat mencoba, Sobat PAKAR!

Jangan lupa share atau tinggalkan komentar jika artikel ini dirasa bermanfaat!

 

Ditulis oleh Tim Pakar
Diolah dari hootsuite/com

 

4 Cara Hadapi Customer “Lihat-Lihat Dulu”

Jika Anda adalah seorang sales, perkataan seperti “saya lihat-lihat dulu” pasti tidak asing di telinga Anda.

Bagaimana perasaan Anda setelah menghampiri customer dan menawarkan bantuan namun mendapatkan jawaban tersebut?

Mungkin dalam hati Anda akan bergumam: “Aduh, jangan hanya lihat-lihat saja dong. Mana bisa saya jualan kalau cuma ladeni customer yang buang waktu begini.”

Selama ini dalam situasi tersebut mungkin Anda merasa kecewa seperti contoh di atas. Namun, sebagai seorang profesional, Anda seharusnya tidak memperlihatkan kekecewaan Anda.

Sebelum Anda mengutuk atau mengeluh sebaiknya Anda memahami terlebih dahulu arti dari 4 kata ajaib ini: “saya lihat-lihat dulu” dan apa reaksi yang seharusnya Anda tunjukkan.

1. Mencari Tahu Kebutuhan Customer

Daripada sekadar menerka-nerka maksud perkataan customer, Anda bisa berinisiatif menawarkan bantuan dan perhatian kecil seperti skenario berikut:

Sales: Selamat siang dan selamat datang di toko XXX. Apa ada yang bisa dibantu, ibu?
Customer: Terima kasih tapi saya mau lihat dulu ada apa yang menarik.
Sales: Apa Anda sedang mencari produk tertentu?
Customer: Saya sedang mencari kado ulang tahun untuk putri saya.
Sales: Wah, selamat ulang tahun untuk putri Anda. Boleh tahu berapa usianya?
Customer: Sebentar lagi menginjak 5 tahun
Sales: Kami memiliki koleksi produk yang cocok untuk hadiah anak perempuan berusia 5 tahun. Mari saya tunjukkan jika Anda ingin melihatnya!

Dengan bertanya apakah mereka mencari produk tertentu Anda akan mendapatkan kesempatan untuk merekomendasikan produk yang sesuai dengan kriteria mereka.

2. Memberi Space Pada Customer

Hal ini tentu berbeda skenario jika customer menunjukkan gelagat tidak ingin diganggu, Anda dapat memberikan tanggapan seperti ini:

Sales: Selamat siang dan selamat datang di toko XXX. Apa ada yang bisa dibantu, ibu?
Customer: Tidak usah, saya sendiri saja. Saya cuma mau lihat-lihat dulu.
Sales: Oh, baik, Ibu silakan. Jika butuh bantuan silakan menghubungi saya.
Customer: Baik, terima kasih

Dengan demikian customer tidak merasa Anda memaksa mereka untuk membeli saat itu juga dan dengan senang hati akan kembali ke toko Anda di lain waktu.

3. Perkenalkan Diri dan Tawarkan Bantuan

Anda dapat menambahkan sedikit perkenalan agar lebih dekat dengan mereka seperti
Sales: Selamat siang dan selamat datang di toko XXX. Apa ada yang bisa dibantu, ibu?
Customer: Tidak apa-apa, saya mau lihat-lihat saja.
Sales: Oh, baik, Ibu silakan. Saya Raisya, jika Anda butuh sesuatu Anda bisa memanggil saya. Saya akan berada di sekitar sini sehingga Anda mudah memanggil saya.

Kemudian Anda tidak perlu mengikuti ke mana pun customer berjalan karena mereka bisa meresa terganggu oleh kehadiran Anda.

Anda hanya perlu berada di sekitar area tersebut yang terjangkau oleh mereka sewaktu-waktu mereka membutuhkan bantuan Anda.

4. Memberikan Informasi Produk

Jika setelah beberapa waktu Anda melihat mereka kebingungan di deretan produk serupa atau bolak-balik memegang produk serupa, Anda dapat menghampiri mereka dan bertanya:

Sales: Ada yang bisa saya bantu, bapak?
Customer: Sebenarnya saya bingung nih, mau beli produk A atau B saja?
Sales: Sebentar, bapak, saya akan ambilkan brosurnya agar bapak bisa membandingkan kelebihan dan kekurangan kedua produk tersebut ya.

Beberapa customer mungkin tertarik pada produk Anda namun tidak mempunyai pengetahuan produk yang cukup baik sehingga dengan menyediakan informasi yang dibutuhkan, Anda akan membantu mereka untuk memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan.

Customer Anda sangat mungkin pergi ke toko saingan Anda jika merasa Anda tidak membantu mereka dalam menjawab kebingungan mereka.

Anda juga dapat memberikan kartu nama Anda jika customer Anda belum memutuskan untuk membeli di toko Anda namun sudah bertanya mengenai produk tertentu.

Selamat mencoba, Sobat Pakar!

Ditulis oleh: Tim Pakar
Diolah dari: cleverism/com