Tes Kepribadian DiSC yang Bermanfaat untuk Karir

DiSC profile adalah salah satu tools yang bertujuan untuk mengetahui tipe karakter seseorang melalui tes.

Anda harus menyelesaikan beberapa pertanyaan untuk mendapatkan hasil yang dapat digunakan untuk menganalisis kepribadian dan perilaku Anda, seperti pada https://www.123test.com/disc-personality-test/

Adapun empat tipe pembagian karakter pada DiSC antara lain:

  1. Dominance

Merupakan tipe individu yang cenderung risk taker, suka berargumen dan memiliki problem solving yang baik.

Seorang dominance seringkali mudah bosan dengan rutinitas dan menyukai inovasi serta tantangan.

  1. Influence

Merupakan kepribadian yang antusias dan optimis. Namun, seorang influence mudah emosional, impulsive, gemar berbicara, dan mahir dalam mempengaruhi orang lain.

Selain itu, mereka suka menjadi pusat perhatian.

  1. Compliance

Merupakan kepribadian yang menaruh perhatian pada detail, akurat, dan analitik. Mereka cenderung berfokus pada fakta, objektif dan waspada.

Tipe compliance juga mampu mengkritik dan mengumpulkan informasi dengan baik.

  1. Steadiness

Merupakan pendengar yang baik dan tipe yang stabil.

Mereka dapat diandalkan, pandai dalam menyelesaikan konflik namun seringkali sulit untuk menentukan prioritas.

Dengan mengikuti tes DiSC, Anda akan lebih mudah memahami karakter rekan kerja Anda.

Jika Anda seorang pekerja Human Resource, DiSC bermanfaat untuk mengidentifikasi kepribadi calon karyawan. Anda dapat menempatkan  karyawan-karyawan di posisi yang sesuai dengan karakternya sehingga performa perusahaan menjadi lebih baik.

Pelajari lebih dalam mengenai DiSC dengan mengikuti Workshop Human Resource Advanced selama 2 hari full.

Ditulis oleh: tim PAKAR

Categories HRD

5 Kesalahan Umum Rekrutmen

Seberapa besar persentase turnover karyawan di perusahaan Anda?

Ternyata, tingginya tingkat turnover berdampak buruk untuk keuangan perusahaan!

Sekarang kita pelajari apa saja 5 kesalahan umum ketika proses rekrutmen!

  1. Job Description yang tidak jelas 

    dapat mengakibatkan iklan lowongan pekerjaan yang Anda buat menjadi sia-sia.

    Job Description
    seharusnya menampilkan daftar tugas, peran dari posisi hingga tujuan dan lingkup kerja yang bersangkutan.Dalam membuat iklan lowongan pekerjaan, sebaiknya Anda tidak terlalu melebih-lebihkan seperti menuliskan peluang (semisalnya promosi) yang sebenarnya tidak nyata.

    Jika dilakukan, hal ini akan mengakibatkan karyawan yang bergabung merasa kecewa dan meninggalkan perusahaan ketika menyadari apa yang Anda janjikan hanya sekadar janji belaka.

  2. Tidak mencoba merekrut dari referensi internal

    padahal dengan melakukannya Anda bisa saja mendapatkan kandidat yang sesuai dengan value Referensi internal yang dimaksud adalah karyawan Anda saat ini.

    Dengan bantuan referensi internal, selain memangkas budget iklan lowongan, kandidat juga dapat beradaptasi dengan lebih cepat karena memiliki rekan yang dikenal atau bahkan sudah mengetahui gambaran umum hingga sistem perusahaan.Dengan demikian bisa menjadi alternatif untuk mencegah kenaikan turnover.

  3. Hanya mengandalkan interview saja

    untuk mengevaluasi kandidat bisa saja menjadi hal yang membuang waktu seperti yang dikatakan oleh senior excecutive Google, Laszlo Bock.

    Pada saat interview, kandidat mungkin hanya mengatakan segala sesuatu yang memperbesar peluangnya diterima di perusahaan Anda.

    Oleh karena itu,Anda bisa mempertimbangkan untuk menggunakan tes seperti MBTI atau DISC pada saat interview untuk menentukan posisi yang sesuai.

  4. Menolak kandidat yang melebihi kualifkasi

    karena takut mereka akan mudah bosan dan meninggalkan perusahaan Anda.

    Hal ini dapat menyebabkan Anda kehilangan kesempatan mendapatkan sosok kompeten yang dapat membantu Anda mengembangkan perusahaan atau menularkan kinerja yang baik kepada pekerja lainnya.

  5. Hanya menunggu kandidat yang sempurna

    karena Anda memiliki gambaran ideal untuk posisi tersebut.Namun, Anda perlu memperhatikan, selama Anda menunggu sosok tersebut bisa jadi produktivitas perusahaan Anda menurun.

    Bahkan salah satu akibatnya, beban kerja karyawan Anda menjadi bertambah hingga membuat karyawan stress dan mengundurkan diri.

    Jadi, sebaiknya Anda mempertimbangkan kandidat yang lolos beberapa kualifikasi namun masih mau belajar dan diolah di perusahaan Anda.

 

Ditulis oleh: Tim PAKAR

Diolah dari: mindtools.com

Categories HRD

Kesalahan Fatal Perusahaan: Tidak Menyadari Human Resource Adalah Gerbang Utama Perusahaan

Sebagian besar orang hanya mengetahui bahwa Human Resource berkaitan dengan perekrutan karyawan dan administrasi personalia (mengawasi absensi karyawan-karyawan pada perusahaan yang bersangkutan). Namun, lebih dari itu, sebenarnya Human Resource memiliki peran yang sangat penting. Jika dianalogikan sebagai sebuah rumah, maka Human Resource adalah pintu gerbang dari perusahaan. Bagaimana tidak? Karyawan-karyawan yang bekerja di suatu perusahaan diseleksi terlebih dahulu oleh HR, sehingga secara tidak langsung HR akan menentukan kualitas Sumber Daya Manusia di suatu perusahaan. Tidak hanya berhenti di sana, peran HR turut menentukan keberhasilan, apakah perusahaan akan bertahan, berkembang/maju, atau justru mundur di masa mendatang?

Berikut peran HR yang seringkali dilupakan atau bahkan tidak disadari:

Read more

Categories HRD